596 Penjahat Jalanan Diamankan Polda Kalbar

5
0
BAGIKAN
TERSANGKA: Sejumlah tersangka dari 596 tersangka yang berhasil ditangkap Polda Kalbar selama satu bulan. Mereka yang tertangkap, terlibat sejumlah tindakan kriminal, mulai dari pembunuhan hingga perjudian.

PONTIANAK – Dalam kurun waktu satu bulan, jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat berhasil mengamankan 596 pelaku tindak kejahatan jalanan (premanisme) dalam operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan.

Dari 596 pelaku, sebanyak 508 pelaku dilakukan pembinaan, sedangan 152 pelaku lainnya dilakukan proses penyidikan. “Kegiatan ini merupakan perintah langsung dari bapak Kapolri dalam rangka menciptakan dan memelihara Kamtibmas menjelang pelaksanaan Asian Games tahun 2018 di Jakarta dan Palembang,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, kemarin.

Dikatakan Didi, KKYD dilakukan dalam memberantas premanisme di seluruh jajaran Polda Kalbar, seperti parkir liar, pemalakan, miras, pungli, sajam, pencurian, penganiayaan, dan lain sebagainya yang berkaitan dalam menciptakan Kamtibmas.

Dari berbagai kasus tersebut, kasus premanisme yang paling menonjol. Terlebih beredarnya video penganiayaan terhadap penjual arloji di Jalan Hasanudin. Dalam video tersebut, pelaku yang belakangan diketahui bernama SR masuk ke toko arloji dan melakukan tawar menawar harga jam tangan.

Akan tetapi, pelaku merasa tersinggung dengan kata-kata penjual, sehingga pelaku melakukan pemukulan terhadap penjual arloji tersebut yang mengakibatkan luka lebam di wajah korban.

“Kasus pemukulan tersebut karena tersangka merasa tersinggung dengan kata-kata penjual sehingga memukul menggunkan tangan kosong terhadap penjual arloji tersebut, sehingga mengalami luka lebam di bagian wajah korban,” katanya.

Didi menambahkan, kasus tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian publik, karen perbuatan tersangka terekam oleh CCTV toko arloji tersebut, sehingga pelaku dengan mudah diamankan.

Kemudian, kasus lain yang menjadi perhatian adalah kasus penganiayaan terhadap balita usia 4 tahun oleh ayah angkatnya. Bocah malang itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah sesaat dirawat di rumah sakit.

“Kasus penganiayaan tersebut dilakukan tersangka karena korban tidak mau disuruh tidur siang, sehingga dianiaya dengan cara dipukul menggunakan bantal guling, diinjak dan dihempaskan ke lantai sehingga mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Kapolda mengimbau kepada masyarakat agar menciptakan kondisi Kamtibmas di lingkungan masing-masing

“Tindakan pidana pencurian dapat dicegah dalam keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib, dan hindari kekerasan dan premanisme mulai dari lingkungan keluarga sendiri,” katanya.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini