Arpusda Gelar Kayong Mendongeng Bersama Kak Bimo

22
0
BAGIKAN
MENDONGENG: Kak Bimo saat mendongeng di hadapan ratusan anak di Pendopo Bupati Kayong Utara, kemarin

Dengan Mendongeng, Nasihat tak Terkesan Menggurui

Ratusan anak dari berbagai sekolah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kayong Utara, terhipnotis saat mendengar suguhan dongeng dari pendongeng kondang, Bambang Bimo Suryono atau Kak Bimo. Mereka tertawa dan tertawa lepas tiap kali melihat bagaimana Kak Bimo menyisipkan kelucuan dari dongeng yang disuguhkan tersebut.

DANANG PRASETYO, Sukadana 

SEKITAR 200 anak bagai tak lepas pandangan serta pendengarannya dari sosok Kak Bimo. Mereka diam dan tak berbicara satu sama lain, selain hanya mendengarkan orang di depan mereka berbicara. Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpusda) Kayong Utara ini bertajuk Kayong Mendongeng bersama Kak Bimo, yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Kayong Utara, Rabu (11/4).

Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Kayong Utara, Didit Kurniawan, menjelaskan bahwa Kayong Mendongeng Bersama Kak Bimo ini merupakan salah satu bentuk untuk memancing minat baca anak di Kayong Utara. Harapan dia, melalui dongeng seperti ini, anak-anak dapat tertarik untuk membaca. “Dengan mendongeng, harapkan kita, anak-anak dapat menimbulkan minat baca. Untuk itulah kita adakan kegiatan seperti ini, dengan mendatangkan Kak Bimo,” jelasnya usai kegiatan, kepada Pontianak Post.

Apa lagi, dengan mendongeng, dia yakin, terdapat banyak pesan moral yang tersampaikan kepada anak-anak tersebut. “Untuk yang hadir hampir semua kecamatan. Tetapi ada beberapa saja yang tidak bisa lantaran terdapat halangan, dan untuk yang hadir ini dari sejumlah PAUD dan SD. Harapan kita semoga dengan kegiatan ini dapat menigkatkan semangat anak-anak untuk membaca,” harapnya.

Mengenai hal ini, ia berniat untuk menjadikan acara mendongeng ini sebagai kegiatan rutin, dengan tetap mengundang anak-anak. “Mudah-mudahan ke depan kita dapat mengagendakan kegiatan yang sama, dan kembali mengundang anak-anak sekolah,” janjinya.

Salah satu siswa SDN 01 Sukadana, Aditya Prayoga, mengaku senang dan cukup terhibur mendengarkan dongeng yang disampaikan Kak Bimo. Ia tidak menampik bahwa apa yang disampaikannya memiliki makna tersendiri. “Ceritanya bagus. Saya suka, selain itu juga lucu sekali,” ungkapnya.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kayong Utara, Rahma, sangat berharap, mendongeng dapat terus membudaya di sekolah-sekolah PAUD. Karena, menurut dia, melalui dongeng ada anak-anak akan mendapatkan pesan moral. Untuk itu, ia berpesan kepada guru PAUD khusunya, selain memiliki kemampuan mengajar, juga memiliki kemampuan mendongeng. “Mendongeng bukan hanya sekadar mendongeng, penyampaiannya harus juga menarik, sehingga anak-anak betul-betul mendengarkan,” sambungnya.

Pada kesempatan ini pula, istri Wakil Bupati Kayong Utara tersebut berharap untuk para guru yang hadir mendampingi anak-anaknya, juga diberikan pelatihan bagaimana mendongeng yang baik langsung dari Kak Bimo. “Pelatihan kepada guru-guru disampaikan langsung oleh Kak Bimo. Dengan harapan dapat diterapkan di tempat mereka mengajar,” harapnya.

Di lokasi yang sama, pendogeng Kak Bimo, mengibaratkan seorang guru yang tidak pandai bercerita seperti orang yang hidup tanpa kepala. Karena, dia berpendapat, seorang guru juga harus mampu menyumbangkan kemampuannya bagi anak-anak bangsa. Untuk itu, ditegaskan dia, para guru harus memiliki daya kemampuan dan keterampilan dalam menasehati melalui bercerita. “Bayangkan saja, di kepala kita ada berbagai macam indra yang penting, terlebih ada otak juga di situ,” terangnya.

Menurut dia, melalui metode bercerita atau mendongeng adalah salah satu cara menyampaikan nasihat yang paling efektif kepada anak-anak. Karena, dia memandang jika nasihat murni, lebih terkesan menggurui dan kadang-kadang kurang bisa diterima dengan baik oleh anak-anak. “Kalau kita bercerita kepada  anak, dan anak menikmatinya, sangat punya cita rasa tersendiri, dan kita pun bisa memberikan banyak pengetahuan serta nilai tanpa mereka merasa diceramahi,” ungkap Kak Bimo ketika diwawncarai.

Mendongeng dijelaskan dia, salah satu budaya yang juga sudah lama ada dan sering dilakukan oleh para orang tua di Indonesia sebelum gadget hadir. Selain itu, kenikmatan dalam mendengarkan dongeng, menurut dia, sangat jauh berbeda dengan membaca cerita di buku maupun internet. “Untuk anak-anak yang memainkan gadget akan menjadi anak yang egosentris dan tidak berkembang daya cipta, daya pikirnya,” katanya.

Kak Bimo sedikit bercerita, mengenai kesan pertamanya ketika menginjakkan kaki di Sukadana. Ibukota Kabupaten Kayong Utara ini dalam pandangan dia terasa sepi. Namun setelah bertemu dengan anak-anak pada acara Kayong Mendongeng Bersama Siswa, kesepian tersebut seketika hilang dari benaknya. “Ketika melihat anak-anak bahagia dan tertawa lepas mendengar cerita saya mendongeng, kesepian itu hilang seketika,” kata Pria kelahiran Bantul, Yogyakarta ini.

Dirinya merasa senang dengan banyaknya anak-anak yang hadir dalam acara Kayong Mendongeng Bersama Kak Bimo di Pendopo Bupati Kayong Utara ini. Menurut dia, anak-anak merupakan salah satu generasi muda yang akan memegang tampuk kemajuan suatu daerah. Untuk itu, ia menyarankan agar mereka ini harus dipersiapkan untuk menjadi seorang yang memiliki karakter kuat sejak dini. “Kayong Utara akan bercahaya nantinya akan bercahaya. Dengan anak-anak yang sudah disiapkan sejak dini,” sambungnya.

Dia menjelaskan, setiap anak bangsa harus merasa terpanggil untuk menyumbangkan segala kemampuannya untuk turut memajukan Indonesia. Oleh sebab itu, selama 25 tahun ini dia masih konsisten untuk mendongeng di hadapan anak-anak. Dia ingin turut serta dalam membangun karakter bangsa yang kuat dalam diri anak-anak melalui cerita. “Saya datang ke sini untuk membantu dan memotivasi anak,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini