Bertemu Presiden, Ketum HIPMI Kalbar Sampaikan Peluang dan Kendala Pengusaha Lokal

36
0
BAGIKAN
BERTEMU PRESIDEN : Ketum HIPMI Kalbar Denia Yuniarti Abdussamad foto bersama Presiden RI Joko Widodo usai pertemuan di Istana Merdeka, Kamis (5/4)

PONTIANAK-Ketua Umum (Ketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat (Kalbar) Denia Yuniarti Abdussamad menjadi salah satu delegasi yang diundang dalam pertemuan Ketua Umum BPD HIPMI Seluruh Indonesia dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kamis (5/4).

Dalam kesempatan langka itu, Denia yang juga jubir aliansi ketua umum HIPMI se-Kalimantan diberi kesempatan langsung menyampaikan beberapa poin buah pikir di hadapan Presiden Jokowi.

Poin-poin itu menyuarakan aspirasi terkait peluang dan kendala pengusaha lokal demi terlibat secara aktif dalam geliat percepatan pembangunan ekonomi segala sektor di Kalimantan.

Poin pertama adalah terkait disegerakannya realisasi operasional dryport atau terminal barang di PLBN Entikong, Aruk dan Badau. HIPMI diharapkan mengambil peranan strategis dan bisa terlibat aktif sebagai tim pokja dalam pengelolaan tata niaga ekspor impor antar negara.

“Agar pengusaha muda daerah menjadi yang terdepan dalam menangkap peluang dari hasil inventarisir peluang dagang antar Kalbar dan Sarawak,” kata Denia di Pontianak, Jumat (6/4).

Poin kedua, HIPMI berharap diberikan kemudahan terlibat secara kongkrit dalam realiasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Seperti contoh di Kalsel ada KEK Batu Licin dan KEK Jorong.

Poin Ketiga, HIPMI berharap dapat terlibat dalam proyek besar perluasan kilang minyak Pertamina di Kaltim yang segera di realisasikan tahun ini.

Poin keempat HIPMI Kalimantan menagih janji Presiden Jokowi terkait pembangunan akses rel kereta api antar kalimantan. Agar segera menjadi nyata di periode kepemimpinan beliau.

Tujuan semua buah pikir yang disuarakan adalah HIPMI yang menjadi lokomotif pengusaha pejuang di daerah harus mendapat atensi lebih presiden. Dengan demikian HIPMI bisa berperan aktif terhadap percepatan pembangunan ekonomi wilayah Kalimantan dan Kalbar pada khususnya. “Apabila pengusaha lokal diberi karpet merah dan akses kemudahan mengelola proyek pemerintah maka perputaran uang juga terjadi di daerah,” katanya.

Hal itu lanjut dia, tentu akan berdampak bagi makro ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang stabil antara pusat dan daerah tentu akan mengikis terjadinya ketimpangan pembangunan. “Pemerintah sebagai penguasa anggaran dan pengatur regulasi punya peran vital dalam mengelola manajemen perkonomian nasional,” ujar Ketum HIPMI perempuan pertama di Kalbar itu.

Dalam dialog hangat usai santap siang bersama itu, Presiden Jokowi turut didampingi beberapa menteri kabinet kerja, diantaranya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Sementara delegasi dari HIPMI, selain Ketum BPD HIPMI seluruh Indonesia juga turut hadir Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia serta didampingi Abdul Latif yang merupakan mantan menteri di era Presiden Suharto dan founder HIPMI.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini