Danau Sentarum, Aset Berharga Kapuas Hulu

73
0
BAGIKAN

Taman Nasional Danau Sentarum terletak di jantung Borneo atau tepatnya di Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat, kira-kira 700 kilometer arah Timur Laut kota Pontianak. Secara administrasi kawasan ini meliputi tujuh kecamatan terdiri dari Kecamatan Batang Lupar, Badau, Embau, Bunut, Suhaid, Selimbau dan Kecamatan Semitau.

Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum secara hidrologis mempunyai arti penting sebagai pengatur tata air alami bagi Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan sekaligus sebagai salah satu situs Ramsar di dunia, yaitu sebuah danau lokasi lahan basah yang paling dilindungi di dunia karena keanekaragaman hayatinya.

Posisinya Terkurung oleh deretan pegunungan besar Kalimantan seperti jajaran pegunungan Lanjak di sebelah Utara, Pegunungan Muler di sebelah Timur Dataran Tinggi Madi di sebelah Selatan dan Pegunungan Kalingkang di sebelah Barat, Menjadikan kawasan ini seolah-olah sebuah kawah raksasa yang menghampar luas dijantung Pulau Kalimantan Barat.

Taman Nasional Danau Sentarum ini mempunyai luas sekitar 132.000 Hektar. Kawasan  sentarum ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa dan tak dimiliki daerah lain. Tumbuhannya saja ada 510 spesies dan 33 spesies di antaranya merupakan spesies endemik Daerah Taman Nasional Danau Sentarum.

Mamalia di danau ini ada 141 spesies, 29 persen diantaranya juga merupakan spesies endemik daerah Taman Nasional Danau Sentarum. Untuk jenis ikan, Danau Sentarum memiliki 266 jenis ikan, sekitar 78 persen diantaranya spesies endemik Kalimantan.

Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai danau dengan jenis ikan air tawar terlengkap di dunia. Selain memiliki banyak keanekaragaman hayati, Danau Sentarum juga tercatat sebagai hutan lahan basah tertua di dunia.

kondisi danau saat musim kemarau

Kawasan Danau Sentarum memiliki vegetasi hutan yang unik dimana kawasan hutannya terbenam selama sembilan bulan di dalam air, hanya sekitar tiga bulan pada saat musim kemarau kita bisa melihat pohonnya secara utuh dari akar, batang hingga daunnya.

Sebagai kawasan konservasi, Danau Sentarum memiliki kekayaan keanekaragaman hayati termasuk beberapa species langka yang di lindungi oleh undang-undang antara lain orangutan, bekantan, buaya, labi-labi, burung enggang, bangau binti, dan beberapa Fauna yang sangat endemik, di antaranya sudah menembus pasar kelas International, seperti spesies unggulannya ikan Arwana Super Red(scleropages formosus) dan Ikan Ulang Uli (botia macracranthus) , serta berbagai macam anggrek alam dan lain-lain.

Taman Nasional Danau Sentarum juga memiliki tumbuhan khas dan asli yaitu tembesu/tengkawang (Shorea beccariana). Selain itu juga terdapat tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri)

Sistem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya.

Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan sekitarnya. Tetapi, pada saat musim kemarau, dimana tinggi air di Sungai Kapuas berangsur-angsur turun, air dari Danau Sentarum akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit air di sungai tersebut relatif stabil.

Akhirnya pada saat puncak musim kemarau, keadaan Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi hamparan tanah yang luas. Ikan-ikan yang tadinya berada di danau, akan terlihat di kolam-kolam kecil.

Meski sebagai kawasan taman nasional, di dalam dan sekitar kawasan yang menyediakan ikan air tawar terbesar di Kalimantan Barat ini, terdapat dua kelompok masyarakat, yang hidup rukun berdampingan dan tinggal menetap di sekitaran danau ini.

Pertama, mayoritas masyarakat Melayu memiliki mata pencaharian sebagai nelayan yang terbiasa menjala, memukat, memasang sentaban (jebakan ikan), memelihara ikan dalam keramba serta mengumpulkan ikan-ikan hias.

Kedua adalah masyarakat Dayak yang mayoritas terdiri dari suku Dayak Iban, Kantuk, Embaloh, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan adalah sebagai peladang dan pemburu yang tangguh.

Mereka telah lama tinggal dan memanfaatkan sumber daya alam di kawasan ini secara arif dengan aturan adat yang kuat sehingga ikut membantu mengkonservasi kawasan, mereka berprofesi sebagai nelayan dan petani tradisional.

Cara pencapaian lokasi :

  • Pontianak — Sintang — Semitau menggunakan kendaraan roda empat sekitar 11 jam atau Sintang — Semitau menggunakan longboat (bandong) ditempuh sekitar tujuh jam. Dari Semitau menggunakan perahu motor jurusan Lanjak menuju Lokasi.
  • Pontianak-Putussibau dengan pesawat terbang sekitar dua jam dan dari Putussibau ke Nanga Suhaid dengan longboat sekitar tujuh jam menuju Danau Sentarum.
SumberKompasiana
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini