Dodi Ajak Ciptakan Pilkada Damai

30
0
BAGIKAN
KARIKATUR: Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji tertawa saat menerima karikatur bergambar wajahnya. Karikatur tersebut diserahkan Direktur Pontianak Post B Salman dan Pemred Heriyanto usai berdiskusi santai di Pendopo Gubernur, Kamis (1/2).

Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji menyebut salah satu tugas yang diamanahkan kepadanya dari pemerintah pusat adalah untuk memastikan Pilkada serentak di provinsi ini berlangsung aman dan damai. Dia sendiri sudah menyambangi sejumlah daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka hal tersebut.

“Saya sudah ke Kapuas Hulu, di sana relatif tidak rawan konflik. Saya juga sudah ke Ketapang dan Kayong Utara serta beberapa daerah lain bersama dengan Kapolda dan Pangdam. Saya juga akan menyisir daerah-daerah lainnya untuk koordinasi masalah ini,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, Kalbar berada di bawah Maluku dan Papua untuk kategori daerah rawan konflik terkait Pilkada. Ketiga provinsi ini punya sejarah masa lalu terkait panasnya perpolitikan. Sebenarnya Jawa Barat juga termasuk daerah rawan konflik terkait politik. Namun belakangan suhu politik di sana turun lantaran komposisi calon tidak terlalu memantik gesekan. Meski Kalbar tergolong rawan, Dodi tetap yakin masyarakat Kalbar semakin dewasa lantaran sudah berpengalaman menjalani pemilu dan pilkada.

Selain itu, pihaknya juga sudah menggalang komitmen dari berbagai unsur etnis, agama dan masyarakat untuk menciptakan iklim politik yang sejuk, aman, tenteram dan damai. “Sudah ada deklarasi dan penandatanganan untuk Kalbar damai dari berbagai perkumpulan etnis dan unsur masyarakat lainnya. Mudah-mudahan komitmen ini sampai kepada semua masyarakat agar kondisivitas di Kalbar terjaga. Kita benar-benar ingin Pilkada ini berkualitas, damai dan menghasilkan pemimpin berkualitas,” tukasnya.

Adalah peran dari media massa, terutama wartawan sebagai ujung tombak pemberitaan untuk mencegah konflik antarmasyarakat  terjadi. Jurnalis, sebutnya, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kedamaian di suatu daerah. Caranya dengan membuat berita yang jujur namun tetap memperhatikan sensibilitas di masyarakat. “Mari kita bersama-sama menangkal hoaks, kampanye hitam dan isu-isu yang mengadu domba,” katanya.

Dia meminta media massa untuk ikut menyukseskan pesta demokrasi tersebut. “Tentu media harus menciptakan iklim demokrasi yang sejuk, aman, tenteram dan damai. Apalagi Kalbar ini adalah salah satu provinsi yang masuk dalam tiga besar provinsi dengan suhu politk yang tinggi,” ujarnya.

Secara khusus dia turut memuji Pontianak Post. Dia menilai usia perusahaan apalagi media cetak yang mencapai 45 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Menurutnya, produk berita yang dihasilkan para wartawan Pontianak Post pasti mendapat simpati dari masyarakat.

“Usia 45 tahun adalah perjalanan yang sangat panjang. Tentu perlu kerja keras dan inovasi dari Pontianak Post dalam mencapai hal tersebut. Terlebih di era digital saat ini, banyak media cetak yang mengecil petanya. Tetapi Pontianak Post bisa bertahan,” ungkap dia.

Dodi mengharapkan Pontianak Post tetap menjaga kualitas pemberitaannya dalam rangka mencerdaskan dan menginspirasi masyarakat Kalbar. Paling utama adalah menyuarakan kebenaran. Menurutnya di tengah transisi ke masyarakat digital saat ini, peran media cetak sangat penting dalam menangkal informasi hoaks, kampanye hitam, dan hasutan-hasutan yang merusak tatanan masyarakat,” pungkas dia. (ars)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini