Gempar Penemuan Mayat di Kamar

10
0
BAGIKAN

SUKADANA – Warga Dusun Pelerang, Desa Benawai Agung, Kacamatan Sukadana digemparkan penemuan mayat di sebuah rumah di dusun tersebut, Minggu (13/5). Korban diketahui bernama Muhammad Sabandi (39), seorang karyawan swasta.

Informasi penemuan mayat tersebut dibenarkan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kayong Utara, AKP Denni Gumilar. Diceritakan dia bahwa penemuan tersebut berawal saat istri korban, Eliyana (32) akan pulang ke rumah bersama sepupunya, Heri. Saat tiba di rumah, istri korban, menurut dia, langsung menggedor pintu, namun tidak mendapat jawaban dari suaminya. “Kemudian saksi berjalan menuju ke sebelah rumah tepatnya jendela kamar, kemudian saksi mencium bau busuk dan hal ini dilaporkan ke warga sekitar,” terangnya, Senin (14/5).

Kasat Reskrim menambahkan, saat mendengar cerita istri korban, warga kemudian berinisiatif melaporkan hal tersebut ke seorang anggota Bhabinkamtibmas yang bertugas di sana. Untuk memastikan keadaan korban, warga dan anggota Bhabinkamtibmas tersebut pun, menurut dia, terpaksa mendobrak pintu samping rumahnya dan langsung menuju ke kamar, tempat di mana korban ditemukan meninggal. “Lalu ditemukanlah korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di atas tempat tidur yang dikelambui,” jelasnya.

Ia menambahakan, korban diperkirakan sudah meninggal dunia selama empat hari, terhitung sejak 10 Mei lalu. Saat korban meninggal, menurutnya, istrinya diduga sedang berada di Desa Sungai Mata-Mata, Kecamatan Simpang Hilir. Dari keterangan yang didapat kepolisian dari warga sekitar, korban diduga meninggal karena sakit asma yang telah lama dideritanya. “Warga juga sering lihat korban bawa obat sesak nafas, ditambah lagi dia tidur pakai kelambu, kan pengap,” katanya.

Secara umum, dia memastikan jika anggotanya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban diduga mereka meninggal karena penyakit asma yang dideritanya kambuh. “Itu secara umum tidak ada (tanda-tanda) kekerasan, akan tetapi kita masih menunggu hasil visum,” tambahnya.

Kasat Reskrim menambahkan, korban sempat bertemu istrinya di Desa Sungai Mata-Mata. Korban, menurutnya, sempat menginap beberapa malam sebelum kemudian berpamitan pulang kepada istrinya pada Rabu (2/5).

Korban, menurut Denni, memiliki dua rumah, selain di Dusun Pelerang juga di Desa Sungai Mata-Mata yang ditempati istrinya. “Jadi itu adalah pertemuan terakhir korban dan istrinya,” tutupnya.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini