BAGIKAN

Web series bukan hal baru di industri digital Indonesia. Video bersambung dengan durasi kurang dari 15 menit ini sudah lebih dulu dihadirkan di negara penghasil ginseng, Korea Selatan.
Kehadiran web series membangkitkan semangat para kreator Indonesia untuk menghadirkan konsep serupa. Raditya Dika, kreator yang juga komika ini terbilang sukses menghadirkan web series berjudul Malam Minggu Miko.

FYI, Web series adalah video berkelanjutan yang tayang dalam kurun waktu tertentu di internet. Medium yang digunakan terdiri dari portal website ataupun Youtube. Di Pontianak sendiri, web series mulai hits sejak dua tahun lalu.

Sayang, belum banyak kreator Pontianak yang fokus dan menyeriusi pembuatan web series. Walaupun ilmu dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki kreator Pontianak sudah sangat mempuni.

Salah satu kreator Pontianak, Hatta Budi Kurniawan mengatakan kebanyakan sineas muda Pontianak lebih tertarik membuat film pendek. Termasuk juga dirinya. Akan tetapi, tetap saja ada rasa ketertarikan untuk menghadirkan web series.

Terbukti, cowok berkacamata ini sukses menghadirkan sebuah web series yang berujudul Bedabol. Web series ini mengangkat kisah budaya di Kalbar dengan basis cerita rakyat. Bedabol karyanya ini terdiri dari 24 series dan terbagi atas 12 cerita. Dalam proses pembuatannya, Hatta dan tim hanya memerlukan waktu selama 12 hari. Baginya, pengerjaan web series memang nggak selama saat menghasilkan film pendek.

Beruntungnya, Hatta juga dibantu pemain yang pandai berimproviasi akting. Sehingga, ia cukup memberi gambaran mengenai cerita yang akan diangkat pada aktris dan aktor yang berperan di dalamnya. “Saya lebih fokus membuat plot sesuai cerita. Untuk Pembagian plot dilakukan berdasarkan kebutuhan,” ujarnya.

Nggak hanya menghadirkan cerita berdasarkan genre yang diusung. Atau, keindahan spot yang digunakan. Web series yang dikerjakan secara serius akan tampak lebih bagus, dengan hadirnya efek musik. Membuat cerita web series semakin hidup.

Web series dikenal to the point dalam menyajikan cerita. Alur paling umum yang dihadirkan dimulai dari memperkenalkan karakter, menggiring cerita bagian awal ke tengah, menghadirkan konflik, kemudian babak akhir yang ingin dicapai.

Meski mampu membuat seseorang baper, beberapa web series yang dihadirkan tampak sekadar memperlihatkan kulit luarnya saja. Kurang dalam mengupas cerita yang ingin disampaikan.
Akan tetapi, Hatta sangat mengapresiasi kreator muda Pontianak yang ingin menghadirkan web series seperti dirinya. Hatta menyarankan tak ada salahnya untuk coba merapat ke para penulis.

“Kolaborasi antara movie maker dan penulis dinilai mampu menghasilkan dinamika cerita yang baik,” tutupnya.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini