Investasi Lebih Rp1,3 Triliun, PLTU Tanjung Gundul Kini Beroperasi

21
0
BAGIKAN
BEROPERASI: Petugas sedang memantau pengoperasian PLTU Tanjung Gundul. Dengan beroperasinya PLTU ini maka sistem kelistrikan di Kalimantan Barat menjadi semakin andal.

Upaya PLN Menjadikan Kalimantan Semakin Benderang

Untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri, PLN mengoperasikan beberapa proyek di Kalimantan. Setelah sebelumnya berhasil menyambungkan interkoneksi jaringan transmisi di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, kini PLN mengoperasikan satu lagi PLTU di Kalimantan Barat.

—–

PENGOPERASIAN PLTU Kalbar 3 yang berlokasi di Dusun Tanjung Gundul Kecamatan Sei Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang dengan kapasitas 2×50 MW dilaksanakan pada Senin (4/6) oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan Machnizon Masri.

Pembangkit ini termasuk dalam proyek pemerintah fast track program dua yang pembangunannya dimulai pada Juli 2013 dengan total nilai investasi lebih dari Rp1,3 triliun.

“Alhamdulillah, hikmah di bulan Ramadan ini kami dapat mewujudkan visi kami untuk membuat Kalimantan benderang. Pengoperasian satu unit PLTU ini direncanakan akan menambah pasokan daya sebesar 50 Mega-Watt ke Sistem Khatulistiwa,” ujar Machnizon.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengapresiasi upaya PLN dalam mencukupi kebutuhan listrik khususnya di Singkawang. “Sebagai kota bisnis yang berkembang, kami mengajak investor untuk berinvestasi di sini. Saya optimistis dengan ketersediaan listrik yang baik investasi juga akan bertumbuh,” ungkap Tjhai Chui Mie saat mengunjungi proyek PLTU ini dengan para investor asal negeri Tiongkok beberapa hari lalu.

GM PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, Rahmat Lubis dalam pernyataan terpisah menyampaikan, selain mempersiapkan pembangkit, saat ini PLN tengah melakukan perkuatan jaringan transmisi dan gardu induk dengan kegiatan rekonduktoring atau penggantian kabel konduktor dengan jenis yang lebih baik dan lebih kuat. Dengan demikian, nantinya daya listrik yang dapat dihantarkan menjadi lebih maksimal, terutama untuk daerah Singkawang dan Bengkayang.

“Kegiatan rekonduktoring sedang dilakukan untuk jalur transimisi 150 kV Singkawang-Bengkayang, dan kegiatan serupa akan dilakukan pula untuk jalur SUTT 150 kV Singkawang-Senggiring/Mempawah, dan Mempawah-Parit Baru,” kata Lubis.

“Tidak hanya rekonduktoring, kegiatan uprating atau penambahan kapasitas trafo dan jalurnya juga dilakukan bagi Gardu Induk (GI) 150 kV Singkawang dan GI 150 kV Sambas. Penambahan sebesar masing-masing 30 dan 60 MVA bagi kedua GI tersebut meningkatkan kesiapan penyaluran daya sebesar 150 MW dan 120 MW,” tambahnya.

Dengan beroperasinya PLTU ini maka pasokan listrik di Sistem Khatulistiwa akan semakin berlimpah. Pasokan tersebut siap untuk memenuhi kebutuhan baik di sektor rumah tangga, bisnis maupun industri.

Ditemui usai acara pemberian bantuan kepada kaum dhuafa di sekitar proyek PLTU General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Richard Safkaur mengungkapkan dengan masuknya PLTU ke Sistem Khatulistiwa, penggunaan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik tenaga diesel dapat dikurangi sehingga biaya penyediaan listrik menjadi semakin ekonomis.

“Kami berusaha menyediakan energi listrik yang andal, ekonomis dan berkualitas bagi masyarakat terutama untuk kebutuhan bisnis dan industri. Dengan berlimpahnya daya listrik di Sistem Khatulistiwa tidak ada yang perlu ragu untuk menjalankan usahanya karena khawatir listrik tidak cukup,” pungkas Richard.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini