Koneksi Bikin Siswa Tegang

6
0
BAGIKAN
UNBK SMA: Sejumlah siswa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMA Santu Petrus, Senin (9/4)

PONTIANAK – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Pontianak hari pertama berlangsung Senin kemarin. Tegangan listrik tak stabil dan koneksi internet menjadi perhatian pelaksana di sekolah.

“Saat pelaksanaan ujian, ada beberapa komputer teman tiba-tiba koneksinya terputus. Sempat buat saya takut tapi semuanya bisa teratasi,” kata Yudistiro Prayoga, peserta UNBK SMA Negeri 2 Pontianak, sesi pertama kepada Pontianak Post.

Diceritakan dia, UNBK sempat tegang sebentar. Ada beberapa teman yang ujian menggunakan komputer tiba-tiba koneksinya putus beberapa kali. Untung bisa dihubungkan dan soal-soal masih tersimpan dalam data.

Pelaksanaan UNBK di sekolahnya tahun ini, menggunakan tiga ruangan. Selain menggunakan komputer, ujian juga menggunakan laptop masing-masing siswa.

Dia mengungkapkan, dalam pelaksanaan UNBK-nya menggunakan laptop pribadi. “Penyerahan laptop sudah dilakukan seminggu sebelum pelaksanaan ujian bang,” katanya.

Alasan menggunakan laptop pribadi untuk mengikuti UNBK, sebagai antisipasi error komputer ketika ujian. Menurutnya, jika menggunakan laptop, apabila listrik padam, perangkat yang digunakan tak langsung mati. Bahkan jika padam hingga dua jam pun laptop masih bisa menyala.

Ditemui Pontianak Post, Gugus Aldi, peserta UNBK SMAN 2 Pontianak, sesi dua sebelum ujian dilangsungkan, terlebih dulu mempelajari butiran soal di LKS miliknya.

“Sebelum UNBK, sekolah sudah melaksanakan simulasi ujian tiga kali. Mudah-mudahan pada sesi saya ujian berjalan lancar,” katanya.

Saat simulasi dilakukan ada kendala. Utamanya sulitnya login karena masalah jaringan. Kata dia, mudah-mudahan UNBK tak temui kendala.

Kepala SMAN 2 Pontianak, Dede Hidayat menjelaskan, pelaksanaan UNBK tahun ini diikuti 348 siswa dengan pembagian tiga sesi yang dimulai pada pukul 07.30-17.00. Pada hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia diujiankan. Esok Matematika, Bahasa Inggris dan hari terakhir mata uji pilihan sesuai bidang.

Mengenai fasilitas komputer, diakui dia, SMAN 2 Pontianak hanya miliki satu laboratorium saja dengan jumlah sekitar 40-an unit. Meski begitu, UNBK bisa dilaksanakan, karena sebelum pelaksanaannya pihak sekolah sudah melakukan sosialisasi pada orang tua murid dengan mengabarkan bahwa UNBK tahun ini bisa menggunakan laptop siswa.

Dari hasil pertemuan tersebut, rerata tanggapan orang tua positif dan bersedia meminjamkan laptopnya selama pelaksanaan UNBK hingga berakhir nanti.

Sehingga lanjut dia, jumlah komputer dan laptop yang ada kurang lebih 120 an unit dengan pembagian tiga ruangan. Satu ruangan kelas disulap untuk tempat ujian. Pemasangan internet juga dilakukan di ruang itu. Nanti setelah ujian berakhir internet kelas dicabut dan dipindah ke ruangan yang sudah ditentukan.

Komputer dan laptop cadangan juga disiapkan sebagai antisipasi error komputer. Jumlahnya, lima unit komputer per kelas.

Pas pelaksanaan UNBK sesi pertama pantauan dia berjalan sesuai harapan. Listrik yang utama pun tak padam. Kemudian, jaringan internet juga stabil. Mudah-mudahan selama pelaksanaan UNBK hingga akhir bisa berjalan lancar.

Mengenai UNBK ini, kata Dede, sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan simulasi. Dalam simulasi bukan tak berkendala. Masalahnya ada pada login dan tak stabilnya koneksi internet. Makanya ada penambahan bandwith dengan harapan selama UNBK berjalan lancar.

Soal listrik, sebelum pelaksanaan UNBK, perwakilan sekolah sudah dikumpulkan Diknas Provinsi. Dalam pertemuan itu diknas menjamin selama pelaksanaan UNBK listrik tak bakal padam. “Di sini kita tak ada genset. Karena untuk sewa genset juga butuh biaya besar. Kita berdoa saja dalam pelaksanaan listrik tak padam,” katanya.

Pontianak Post juga memantau pelaksanaan UNBK di SMA Santu Paulus. Pelaksanaan UNBK sesi pertama berjalan lancar. Semua komputer di empat ruangan yang disiapkan tak ada kendala. Jaringan internet juga stabil,” kata Kepala SMA Santu Paulus Pontianak, Rudy Saleh.

Tahun ini, ada 485 siswa ikuti UNBK. Dalam persiapannya, pihak sekolah sudah meminta izin pada PLN berharap agar tak ada pemadaman listrik saat ujian. Antisipasi lain, pihak sekolah juga menyiapkan genset persiapan jika listrik padam.

Pembangunan gedung tak jauh dari lokasi ujian yang buat berisik dan bisa membuyarkan konsentrasi pelajar juga sudah diberitahu. Al hasil hari ini (kemarin) tak ada aktivitas pembangunan gedung di sana.

“Tahun ini sekolah menargetkan nilai tertinggi mapel IPA dan IPS se Kota Pontianak bisa terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Proktor SMA Santu Paulus Pontianak, Tomy menjelaskan, secara keseluruhan tak ada kendala berarti dalam pelaksanaan UNBK sesi pertama.

Dijelaskan, pelaksanaan UNBK paling utama adalah jaringan listrik dan internet mesti stabil. Kalau kecepatan internet minimal satu mbps pun sudah bisa melangsungkan UNBK.

Kalau sistem UNBK lanjut dia lebih dalam, untuk proses pengambilan soal dilakukan H-2 atau 3 sebelum pelaksanaan. Pada waktu itu, proses pendownload soal terproteksi sistem pusat. Sedangkan soal baru bisa dibagikan pada saat pelaksanaan UNBK. Lalu di hari H, tiap Proktor baru dibagikan token. Dari token itulah soal baru bisa dibagikan.

Kalau soal kebocoran soal, semenjak 2015 melaksanakan UNBK sampai sekarang belum pernah mendengar kabar soal bocor. Peserta ujian ditambahkan dia juga jangan khawatir ketika listrik padam saat mengerjakan soal. Karena ketika listrik padam soal yang diiisi secara otomatis sudah masuk ke server lokal. Dengan begitu, saat listrik kembali hidup siswa bisa melanjutkan kembali pengisian soalnya.

General Managar PLN Wilayah Kalbar memastikan pihaknya bersiaga guna memastikan pasokan listrik tidak ada masalah selama berjalannya menyelenggarakan UNBK.

“Kami tidak akan melakukan pemeliharaan yang dapat mengganggu aliran listrik yang memasok sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK kecuali jika ada faktor eksternal yang dapat menyebabkan gangguan pada jaringan PLN yang sifatnya tidak terprediksi,” jelas Richard di Pontianak, kemarin.

Kondisi kesiapsiagaan pasokan listrik ini juga dikoordinasi dengan pihak sekolah.  Hal ini dilakukan juga ketika PLN mengunjungi sejumlah SMA yang menyelenggarakan UNBK.

Kepala SMAN 3 Pontianak, Wartoni mengaku kondisi kelistrikan selama UNBK sejauh ini aman. “Alhamdulillah lancar, tidak ada pemadaman. Anak-anak kami jadi tenang mengerjakan ujian,” ungkap Wartoni.

Unit PLN Kalbar yang belum masuk ke dalam sistem khatulistiwa atau yang masih isolated, seperti di Rayon Sintang, dilakukan pengecekan mesin PLTD agar performa tetap terjaga. Sedangkan Rayon Tumbang Titi bersama dengan kepala sekolah SMA N 1 Tumbang Titi mengecek kesiapan instalasi dan menyiapkan satu petugas pelayanan teknik untuk memastikan supplai listrik berjalan normal.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini