Midji Serius Benahi RSUD Soedarso

12
0
BAGIKAN

Gubernur Kalbar terpilih Sutarmidji berkomitmen membenahi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso secara keseluruhan. Rumah sakit yang tengah disiapkan sebagai salah satu rujukan nasional itu akan dibuat ‘nyaman’ terlebih dahulu.

Sebelum resmi dilantik sebagai Gubernur Kalbar, September mendatang, Midji sapaan akrabnya mulai mempersiapkan segala hal untuk membenahi Rumah Sakit (RS) tersebut. Target pertama seluruh bangunan kios di kawasan depan RS harus dibongkar. Ini demi menghilangkan kesan kumuh di kawasan itu.

Lahan tempat kios-kios itu berdiri nantinya akan dijadikan jalan, sementara jalan yang ada saat ini bakal menjadi bagian dari halaman RS. Perkembangannya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah membongkar 60 kios yang dulunya dibangun Pemkot. Lalu untuk sisanya masih ada beberapa kios yang dibangun pihak RS.

“Semuanya (kios) sudah saya suruh bongkar, tugas pihak RS selesaikan yang dibangun RS, saya kasi waktu satu minggu ke depan,” katanya saat diskusi di Graha Pena Pontianak Post, Rabu (15/8).

Ia berharap pihak RS dapat mendukung secara penuh. Sebab langkah pertama yang harus dilakukan adalah merubah tampilan terlebih dahulu. Masyarakat harus dibuat nyaman ketika menggunakan fasilitas kesehatan di sana.

“Harus bangun image dulu, RS harus bersih dulu, nyaman dulu baru yang lain. (setelah itu) Mulai niat memperbaiki pelayanan. Semakin besar tantangan harusnya semakin semangat,” ujarnya.

Selain itu wali kota dua periode ini juga siap mewujudkan rencana merenovasi bangunan RS. Seperti yang sering ia sampaikan di masa kampanye, yakni membangun RS secara vertikal sembilan hingga 12 lantai. Modelnya tidak harus satu bangunan tapi bisa terbagi menjadi beberapa bangunan. “Bisa model 7-5 (lantai) atau 6-3 atau 3-3-3, yang penting sembilan lantai,” ucapnya.

Alasan pembangunan dengan model vertikal adalah untuk efisiensi waktu tenaga kesehatan. Walau terlihat sederhana, hal ini dinilainya penting. Midji mencontohkan, ketika dokter memerlukan waktu 30 menit hanya untuk berjalan dari satu bangsal ke bangsal yang lain. Sementara jika bangunannya vertikal menggunakan lift, waktu berjalan akan lebih singkat.

“Misal waktu pemeriksaan per pasien lima menit, artinya ada enam orang bisa diperiksa jika waktu jalan(30 menit) itu dihilangkan. Mengilangkannya ya dengan gedung bertingkat, itu jika diakumulasikan bisa efisiensi, ini baru hanya bicara pelayanan,” terangnya.

Terkait anggaran untuk mewujudkannya, Midji segera akan membahas bersama DPRD Kalbar. Minimal tahun ini Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) selesai dibuat. Lalu untuk tahun anggaran berikutnya pemerintah provinsi dikatakan siap menganggarkan antara Rp100 miliar sampai Rp150 miliar, dari APBD untuk pembangunan RS.

Kemudian Midji juga ingin RSUD Soedarso bisa menjadi RS pendidikan. Terutama diperuntukan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan. Ia meminta pihak RS mempersiapkan nota kesepahaman (MoU) agar nantinya mahasiswa bisa melaksanakan koas di sana.

Lalu untuk kebutuhan peningkatan akreditasi, Midji berharap RSUD Soedarso bekerja sama dengan RS yang sudah bersertifikasi internasional. “Kami akan rombak benar dan saya serius. Makanya perlu orang-orang yang betul-betul mau,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSUD Soedarso Yustar Mulyadi menyatakan siap mendukung hal tersebut. Untuk pembongkaran kios yang dibangun pihak RS, ia mengatakan para pemiliknya sudah berkomitmen untuk membongkar sendiri.

“Mereka sendiri (pemilik) yang berkomitmen, yang menjadi tanggung jawab RSUD ada delapan kios. Sebagian mereka sudah mulai bongkar tinggal mengangkut barang,” terangnya.

Sementara terkait kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Untan pihaknya sudah mempersiapkan nota kesepahaman. Artinya tinggal menunggu penandatanganan setelah gubernur terpilih dilantik. “Kerja sama tidak masalah, MoU sudah dibuat, tinggal tanda tangan,” pungkasnya.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini