BAGIKAN
Santri Pesantren Nurul Jadid

Umur seorang hamba di dunia ini amatlah terbatas. Sehingga peluang untuk beramal pun juga terbatas. Pintu akan tertutup dengan berakhirnya jatah umur di dunia. Padahal ‘harga’ surga Allah yang diimpikan setiap insan amatlah mahal. Jika ia hanya mengandalkan amalan pribadinya, semisal shalat dan puasa, tentu amatlah kurang mencukupi untuk bisa mencapai surga Allah,

Maka dari itu, seorang muslim yang cerdas, dia akan berusaha menangkap setiap peluang emas yang menjanjikan panen pahala berlimpah yg tiada terputus Yakni amalan yang masih tetap mengalirkan pahala kepada pelakunya, sekalipun ia telah meninggalkan dunia yang fana ini. Ya, apalagi jika bukan amal jariyah!

Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik”. (QS.Al-Baqarah : 267 )

“Dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”. (QS. Al-Hajj : 77)

Beberapa ayat di atas jelas memberikan arahan kepada orang-orang yang beriman agar mau menyisihkan sebagian hartanya untuk kepentingan agama Allah dan waqaf adalah salah satu cara menginfakkan sebagain harta untuk kemaslahatan ummat.

Adapun hadits Rasulullah SAW berkaitan dengan sedekah jariyah atau waqaf ini adalah dari H.R.Muslim yang artinya : “Apabila manusia wafat, terputuslah semua  amal perbuatannya, kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan dan doa anak yang sholeh”.

Pondok pesantren Nurul Jadid yang didirikan oleh Ustad Muid Kholil pada tahun 1994 memanggil seluruh muslimin dan muslimat untuk berwaqaf dalam program waqaf pembelian tanah untuk perluasan bangunan.

Pondok Pesantren Nurul Jadid ini berlokasi di Gg. Karanganyar Jl.Raya Kumpai Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kab. Kubu Raya.

Ustadz Muid Kholil

Mulanya pesantren ini berdiri di atas pemberian Waqaf dari salah satu masyarakat di daerah tersebut, setelah 16 tahun berdiri dan santri sudah sekitar puluhan, terjadi  pengusiran dari pihak yg mewaqafkan dan mengharuskan Pesantren ini berpindah ke lokasi yang tidak jauh dari lokasi awal.  Mulai tahun 2010 pesantren ini pindah dengan membeli tanah penduduk setempat secara kredit hingga lunas satu tahun kemudian.

Alhamdulillah setelah menjalani masa masa yang sulit akibat  pengusiran yang dialami, meskipun tidak luas, akhirnya pesantren ini bisa memiliki lahan sendiri. Pembangunan demi pembangunan terus dilaksanakan mengingat kebutuhan santri yang semakin bertambah karena pesantren ini merupakan pesantren gratis khusus bagi para Anak Yatim dan anak Dhuafa.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan  Pesantren ini untuk membuka program pendidikan formal setingkat SD, SMP dan SMA, tidak bisa di hindari dan demi keberlangsungan sistem belajar dan mengajar yg baik dan layak akhirnya pengelola pondok pesantren dengan berbagai pertimbangan  memutuskan untuk mempersiapkan lahan perluasan pembangunan dengan pembebasan lahan milik warga setempat .

Dalam hal ini tentu perlu melibatkan banyak pihak. Karenanya, Pengelola Pondok Pesantren Nurul Jadid mengajak segenap kaum muslimin dan muslimat untuk turut serta menanam investasi akhirat dalam program pembebasan lahan dengan cara waqaf.

Dimulai dari tahap pertama, yakni pembelian tanah di samping lokasi pondok, seluas + 4.300 m2 dengan harga Rp. 115.000/m2 . Sehingga total dana yang dibutuhkan adalah: Rp. 494.500.000,- (empat ratus sembilan puluh empat juta lima ratus ribu rupiah).

Donasi bisa diserahkan langsung ke alamat: Pondok Pesantren “Nurul Jadid” Desa Sungai Ambangah Gg,  karanganyar Kecamatan sungai Raya Kabupaten Kubu raya Kalimantan Barat.

Atau ditransfer melalui Bank BNI, nomor rekening: 0617769668, a.n Yayasan Mahad Nurul Jadid. Lalu mengkonfirmasikannya ke nomor HP/WA 085650852871/082153528846( Ust. Muid kholil) 081521670314 ( Hefni Maulana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini