Ritual Sembahyang Rebut Di Sungai Pinyuh

11
0
BAGIKAN

Sebagai penutup dari rangkaian sembahyang kubur, masyarakat Konghucu melaksanakan ritual sembahyang rebut, Sabtu (25/8) sekitar pukul 15.30 sore. Di Sungai Pinyuh, sembahyang rebut dipusatkan di Halaman Kelenteng Tri Dharma Bhakti. Ratusan masyarakat hadir untuk berpartisipasi dalam ritual masyarakat tionghoa itu.

Panitia sembahyang rebut Kelenteng Tri Dharman Bhakti Sungai Pinyuh, Hie Kit Choi menjelaskan ritual tersebut dilaksanakan pada hari ke-15 bulan tujuh penanggalan Imlek. Hari ke-15 itu sendiri merupakan penutup dari ritual sembahyang kubur yang telah dilaksanakan sejak dua pekan terakhir. “Tujuan dilaksanakannya sembahyang rebut ini untuk menghormati arwah leluhur. Kita berikan sesajian atau makanan ini untuk para arwah yang gentayangan agar tidak menggangu manusia di muka bumi,” terang dia.

Hie Kit Choi menjelaskan, setiap sesajian berisikan aneka jenis makanan. Seperti nasi, sayur mayur, lauk pauk hingga buah-buahan. Sesajian itu sendiri merupakan sumbangan dari masyarakat dengan jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan piring sesajian. “Jenis sesajiannya sama dengan aneka makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Inti dari ritual sembahyang rebut ini selain untuk menghormati leluhur, keselamatan manusia hingga melestarian ritual adat turun temurun masyarakat Konghucu,” tuturnya.

Lebih jauh, dirinya mengatakan, ritual sembahyang rebut terbuka untuk umum. Artinya siapa saja boleh berpartisipasi dalam ritual tersebut. Tidak hanya masyarakat Konghucu saja, warga lainnya pun dipersilahkan untuk ikut serta memeriahkan ritual sembahyang rebut.

“Siapapun boleh mengikuti ritual sembahyang rebut ini. Tidak hanya masyarakat Tionghoa saja, melainkan seluruh warga boleh berpartisipasi. Sembahyang rebut ini juga dilaksanakan serentak diseluruh wilayah,” ujarnya.

Karenanya, dia berharap peserta sembahyang rebut dapat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ritual berlangsung. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami imbau masyarakat yang mengikuti sembahyang rebut agar tertib dan saling menjaga keamanan. Melalui momentum ritual sembahyang rebut ini, mari kita tingkatkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan antar seluruh pemuluk agama dan etnis di Kabupaten Mempawah umumnya dan Sungai Pinyuh khususnya,” harapnya mengakhiri.(Wahyu)

SumberFP Kalimantan Barat Informasi
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini