Tawarkan Kemudahan Belanja Kebutuhan Pasar dan Sembako

27
0
BAGIKAN
STARTUP DIGITAL : Riyono, CEO Tokokota saat memperlihatkan aplikasi Tokokota yang menawarkan kemudahan dalam berbelanja.

PEMUDA itu bernama Riyono. Satu tahun yang lalu, muncul satu idenya untuk membuat satu aplikasi yang memungkinkan seseorang dapat berbelanja kebutuhan dapur secara daring atau online. Tak ingin ide itu hanya jadi sebuah narasi, ia berupaya untuk mewujudkan hal tersebut.

“Saya mulai kembangkan aplikasi Tokokota setahun yang lalu. Saya ajak teman-teman saya yang membantu saya mengembangkan aplikasi ini,” ungkap Riyono, CEO Tokokota, kepada Pontianak Post, baru-baru ini.

Riyono bukanlah ahli IT. Penidikannya juga bukan jurusan IT. Pendidikan terakhirnya justru di ilmu akuntansi, yang tidak ada kaitannya dengan hal tersebut. Hal itu tak jadi kendala lantaran temannya memiliki kemampuan untuk membangun aplikasi. Sampailah di pertengahan Maret tahun ini, aplikasi tersebut telah beroperasi.

Tokokota merupakan startup digital yang menghadirkan layanan berbelanja yang dapat dipesan secara daring. Berbasis android, aplikasi tokokota menghubungkan pembeli, kurir, dan penjual. Jika itu sembako atau produk kering, maka pesanan akan dapat segera diantar. Sedangkan khusus produk pasar, si pembeli diharuskan memesan satu hari sebelumnya, untuk mengecek ketersediaan stok dan memastikan produk yang segar. Dengan begitu ada waktu bagi penjual untuk mengonfirmasi ketersedian barang-barang pokok yang dipesan itu.

“Pembeli akan melakukan pemesanan, lalu barang yang dipesan akan dikonfirmasi ketersediannya. Jika semua tersedia itu tidak jadi masalah. Sebaliknya kalau ada yang tidak tersedia, maka perlu kami konfirmasi lagi ke pembeli apakah jadi atau tidak. Setelah itu keesokan harinya barang diantar oleh kurir,” ungkapnya.

Karena baru beroperasi, sementara ini kurir masih difasilitasi oleh pihaknya. Ke depan, dia memastikan akan bermitra dengan siapapun untuk menjadi kurir. Bahkan memungkinkan bagi ibu rumah tangga yang rutin berbelanja sekalipun. “Jadi bagi yang mau ke pasar bisa manfaatkan aplikasi ini untuk menerima pesanan dari orang lain. Jadi sekalian berbelanja untuk sendiri dan orang lain,” katanya.

Sedangkan dari sisi pedagang, pihaknya siap menjalin mitra dengan siapapun, mulai dari pedagang pasar, distributor sembako, hingga pelaku UMKM. Namun, untuk menjadi mitra, tentu harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Salah satunya si pedagang harus mampu mengoperasikan aplikasi dengan benar.

Mengenai tarif, Tokokota menawarkan harga yang relatif terjangkau. Bagi penjual dikenakan tarif maksimal 10 persen yang diperuntukkan untuk pengembangan aplikasi. Sedangkan bagi pembeli, tarif pemesanan hanya dikenakan maksimal Rp10 ribu saja untuk area Pontianak. Untuk saat ini pun, ada promo yang ditawarkan. “Saat ini kita kasih promo free ongkir 6-12 bulan,” katanya.

Adapun terkait cara pembayaran, saat ini masih melayani COD atau bayar di tempat. Namun sebenarnya dari sisi aplikasi, pihaknya sudah siap melayani pembayaran secara digital, artinya pengguna dapat menabung saldo di aplikasi tersebut. “Kalaupun pakai saldo jumlahnya kami batasi dari Rp10 sampai Rp1 juta saja, dan itu masih kita proses untuk memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan,” tuturnya.

Saat ini sudah ada lebih dari 400 pengguna yang mengunduh aplikasi ini. Sedangkan pedagang yang sudah menjalian kemitraan hampir 50 pedagang. Jumlah ini pun diharapkan akan terus bertambah. Tahun ini, dia menargetkan jumlah pengguna aplikasi sebanyak 100-300 ribu orang.

Dengan adanya aplikasi ini, akan ada beberapa kemudahan yang didapat. Dari sisi pembeli, mereka tidak direpotkan untuk berbelanja ke pasar tradsional. Apalagi saat ini sudah banyak yang berprofesi sebagai pekerja yang mempersempit waktu belanja. Sedangkan dari sisi pedagang, akan membuka peluang laris lebih besar. Adapun di sisi lain, akan membuka peluang pekerjaan baru sebagai kurir. (sti)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini