Tim Robot Fakultas Teknik Untan

12
0
BAGIKAN
BERPRESTASI: Tim Robot FT Untan saat meraih Juara 3 untuk tingkat Regional pada Kontes Robot Indonesia di Telkom University Bandung, 2017.

Cakep, keren dan bisa buat robot udah pasti idola cewek, deh. Seperti abang-abang yang tergabung dalam tim robot Fakultas Teknik (FT) Untan ini. Komunitas robotika yang merupakan bagian program kerja Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) FT Untan yang merupakan mahasiswa dari prodi elektro, informatika, mesin dan kimia.

Setiap tahunnya Tim Robot FT Untan terus merekrut anggota baru yang berminat mempelajari lebih dalam tentang robotika. Cabang ilmu teknologi yang berhubungan dengan desain, konstruksi, operasi, disposisi structural, pembuatan dan aplikasi robot. Didukung penuh oleh universitas dan bimbingan oleh dosen Syaifurrahman, S.T.,M.T., Elang Derdian Marindani, S.T.,M.T., dan Dr. Eng Ferry Hadary, S.T. M.Eng.

“Bermula dari kedatangan alumni Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim robotika UGM tahun 2011. Mereka mengenalkan dan mendorong mahasiswa teknik Untan untuk membuat tim robotika serupa di tahun yang sama. Terbentuklah Tim Robot FT Untan yang diketuai oleh Ivan Suwanda,” jelas Kamaludin, ketua tim robot FT Untan periode 2018.

Jalan satu tahun tim robot FT Untan berkarya, mereka langsung mengikuti ajang lomba bergengsi untuk kelas perguruan tinggi dan langsung menyabet juara 2 untuk divisi kontes robot cerdas Indonesia (KRCI) beroda. Di tahun 2012  mereka mendapatkan kesempatan melaju ke perlombaan di tingkat nasional. Tak ada yang mengira pertama kali mengikuti ajang tingkat nasional langsung mendapatkan juara 2 di Institut Teknologi Bandung Jatinangor.

Sejak saat itulah tim robot aktif mengikuti kompetisi robot setiap tahunnya dan mengoleksi beberapa piala di tahun selanjutnya. Seperti berhasil mendapat juara 2 di Institut Teknologi Bandung Kampus Sasana Budaya Ganesha (2012), Desain Terbaik untuk tingkat Regional 2 di Universitas Udayana Bali (2013), Juara 2 Industrial Mechatrong and Automation Competition (IMAC 2015), Juara 3 untuk tingkat Regional pada Kontes Robot Indonesia di Telkom University Bandung (2017).

Menurut Kamal, pembuatan robot memakan waktu yang lumayan lama. Semuanya kembali lagi pada tujuan dan fungsi robot itu dibuat. Semakin pintar robot tentu tingkat kesulitan semakin tinggi dan memakan waktu semakin lama pula pada proses pembuatannya. Waktu tersingkat untuk sebuah robot sederhana bisa memakan waktu kurang lebih enam bulan agar hasilnya maksimal.

“Dulu saya dan tim pernah membuat robot untuk sepak bola beroda. Di sana kita harus memperkirakan gimana cara robot mengejar bola, mendeteksi gawang lawan dan menendang ke sudut gawang. Belum lagi untuk membuat robot supaya bisa mandiri atau otomatis ketika sehabis menendang atau bola keluar dari lapangan dia langsung kembali ke posisinya semula. Itu semua perlu strategi yang jitu untuk memprogramnya,” curhat Kamal.

Selain aktif mengikuti lomba, tim robot FT Untan juga sering mengadakan kegiatan seperti Engineering Expo dan beberapa seminar robotika setiap tahunnya. “Sekarang kita sedang fokus pembuatan robot untuk mengikuti Kontes Robot Indonesia di tahun depan, semoga bisa meraih juara kembali seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya.

SumberPontianak Post
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini